Kubuka perlahan pintu kamarku, berderit karena lama tidak diminyaki, suara deritannya parau, harmonis dengan paraunya jeritan hati ini mengetahui kenyataan yang sebentar lagi akan terhadapkan didepanku saat tahu isi dibalik pintu ini. Tak ada “isi”. Yah itu isi dari kamarku, sekarang tak ada “isi”.
Setelah hampir tiga hari ini ber”isi” perasaan indah, tawa-tawa yang tulus, obrolan seru tentang masa depan, ekspresi penerimaan kado yang aku berikan 2 minggu sebelum dia berulang tahun karena takut tidak punya kesempatan untuk memberikan pas pada waktunya, dua tubuh raksasa yang menghisap dinginnya suhu kamar, kejahilan yang lebih cenderung ke penyiksaan, dan banyak lagi hal lain yang membuat kamar ini lebih berisi, sekarang tak ada “isi”.
Hanya desiran angin malas dari kipas Maspionku, hanya tempat tidur single bed jatah kost yang tertata rapi, hanya perangkat tv dan tetek bengeknya, hanya karpet, hanya gantungan baju dan celana yang sudah menumpuk, hanya tawa anak kost yang mulai berdatangan dari libur panjang tahun baru mereka, hanya itu. Tapi tetap tak ada “isi”
Atau mungkin sebenarnya kamar ini ada isi seperti layaknya kamar-kamar yang lain, tapi hanya hati ku yang kehilangan “isi” dan bagiannya yang lain.
Ahh, aku hanya bisa berharap, cepat dipertemukan lagi dengan bagian hatiku itu, agar tak hanya kamar, tapi Dunia ini, menjadi ber “isi” lagi.
** untuk pemenang hatiku, yang selama tiga hari ini rajin mengunjungiku, yang sudah kembali lagi ke kotanya bekerja, ahh long distance….**
2 January, 2008 at 9:49 am |
its really nice ja’…
congratulation for the new baby blog…
2 January, 2008 at 10:05 am |
waaa.. u’re the first person who give me a comment.. tengkyu lia.. rajin berkunjung dan meninggalkan comment ya..
9 January, 2008 at 6:20 pm |
nice write broer… walo belum resmi kenalan anggap ajalah kita ini udah kenal haha…
btw salam ya buat temen SMA ku yang lagi merana kesepian karena pacarnya jauh hehe…
peace!
http://www.rasyefki.com