Lupakanlah….

**Tape mobil (numpang teman) – radio mode ON – pilih salah satu frekuensi – acara curhat cinta-cintaan**

Suara penelpon: “.. iya, aku baru aja putus ama pacarku, ga tau, tuh cowo ya, emang sifatnya sama aja, ko ga pernah bersyukur, ngeliat yang lebih benning dikiiit aja, bawaannya nyosor, cape kan lama-lama ngerasa ga dihargain gini, ya uda aku putusin aja. Tapi sekarang malah aku yang kesiksa banget, susah banget buat ngelupain dia ternyata, gimana ya caranya…?”

_____________________________________________________________________

**Macbook (tercintaku) – YM – New Massage**

NN: “Gw baru putus ja”
rajasaadhi: “..lhaaa!! ko bisa.. bukannya uda pacaran lama..”
NN: “nah tu dia ja”
rajasaadhi: “katanya uda pada mau serius”
rajasaadhi: “ga dipikirin dulu”
rajasaadhi: “jangan terlalu cepet ngambil keputusan yang malah bikin nyesel ntarnya”
NN: “..mungkin karena uda terlalu lama itu ya,”
NN: “terus ga ada tujuan yang jelas, ya uda, selesai ajalah”
rajasaadhi: “yakin ga nyesel..”
NN: “sekarang bukan masalah nyeselnya ja”
rajasaadhi:”trus”
NN: “masih kebayang-bayang nie, gimana ya cara ngelupainnya”
____________________________________________________________________

N95 8G Black – 1 New Massage – Inbox

Sender: 0811XXXXXXX

Text: “gw lg kangen bgt ja ma dia,pdhl loe tau ndiri kan, gw uda lm bgt putus ma dia,tapi ko susah banget ya ngelupainnya ja”

_____________________________________________________________________

Padahal kan akhir tahun sampai awal tahun ini, janur kuning bertebaran dimana-mana. Kata teman dekat ku sih, menikahlah sebelum tahun baru Cina di 2008 ini, masih lebih bagus daripada pernikahan itu dilaksanakan di Tahun Tikus. Yang akhirnya dia pun melangsungkan hari bahagianya tanggal 06 Januari 2008 tepat 1 bulan lebih 1 hari sebelum tahun baru Cina yang jatuh di tanggal 07 Februari 2008 (Yess!! Harpitnas). Memangnya ada apa dengan tikus? Bukannya tikus beranak banyak, atau tikus juga menganut paham sex bebas seperti buaya?? Sepertinya aku harus lebih memperhatikan secara seksama tayangan kehidupan binatang di televisi, daripada hanya sekedar menyaksikan acara artis dan si mama yang berdurasi hampir 240 menit!! Sehingga aku bisa menjawab pertanyaan itu.

Kalau pikiran nakalku menjawab, kenapa “Mereka Yang Berbahagia” mengejar deadline di akhir dan awal tahun ini. Yaa, karena ini musim penghujan, “Malam Pertama” pun jadi lebih syahdu dengan aromaterapi romantis bau hujan, dan ritme harmoni melankolis rintiknya.

Ya itu tadi, disaat semua pasangan sedang berbahagia menginjakkan dirinya di satu level fase kehidupan yang lebih tinggi lagi, banyak juga individu-individu yang tersiksa dengan kehilangan sebagian hatinya. Terbukti dari paragraf pembuka di atas. Mulai dari radio, surat pembaca di media, headline majalah remaja, bahkan sampai memasuki area pribadiku, YM dan SMS, belum termasuk telepon tengah malam yang hanya bersuara isakan tangis curhat cinta. Masih untung aku ingat sebelum terlelap tadi, doa dan 3 kali ayat kursi sudah kutugasi menjaga tidurku, kalau tidak sudah kuanggap kuntilanak suara diujung sana. **Please jangan dibahas lagi urusan kuntil-kuntilan, tulisan ini aku buat di pukul 00.06 malam**

Ternyata bukan masalah putus cintanya, jomblo abadi, atau kisah klasik percintaan yaitu selingkuh. Itu memang bagian yang menyakitkan. Tapi ternyata di adegan “Melupakan” yang terlalu sulit bagi mereka untuk mengambil peran. Orang yang berani mengambil resiko untuk Jatuh Cinta, berarti memang siap untuk ”Jatuh”. Dan balita pun tahu, kalau jatuh berarti sakit, seperti sang balita mengartikan api sama dengan panas.

***

Menghilangkan perasaan-perasaan yang menyebabkan “jatuh” itu yang aku anggap dengan ”Melupakan” atau bahasa anak ABG berponi Ngelupain. Didalamnya ada melupakan perasaan yang masih ada untuk pasangan, melupakan perasaan sakit hati yang menyebabkan perpisahaan, melupakan kenangan-kenangan indah bersamanya, melupakan jalan yang pernah dilewati bersama dengan sepeda mini yang stangnya berumbai dan dibelakang dia memeluk erat sambil mengurai rambutnya yang berkilau **mulai norak, kembali ke jaman 80’an”

Disini aku ingin berbagi, siapa tahu bisa sedikit membantu para individu yang sedang ingin terbebas dari siksaan sang Ngelupain ini. Dan ini berguna untuk semua gender. Percayalah teman, aku adalah salah satu dari sekian banyak yang juga pernah merasakan Jatuh cinta sekaligus Jatuh “sakit” Cinta, dimulai dari seragam ku yang masih putih merah di kelas 2 SD sampai ku bisa memakai baju kantor layaknya executive muda **somboooong!!** seperti sekarang, dan itu tidak hanya sekali, tapi berulang kali.

Kita mulai:

      1. Mulai dari dirimu sendiri.

    Kalau tidak dirimu yang memulai, terus siapa lagi. Apa mengharapkan bapak dan ibumu yang melupakan dia, lebih sadis lagi, biar nenek saja yang merasakan penderitaan cinta ini.

    Siapkan hati, kuatkan denyutnya, lancarkan peredaran darah menujunya, dan yakinkan kalau kamu memang mau melupakannya. Hanya dirimu sendiri yang mampu menjadi Sang pemimpin dari perasaanmu. Itu juga kalau tidak mau jalan ditempat dan tidak maju-maju karena masih sibuk menangisi sakit dan perih nya hati ini. Ah, seperti TKW korban kekerasaan yang hanya bisa menangis di pojok kamar tanpa mampu melapor ke kedutaan karena takut pada sang majikan.

    2. Jauhkan dari segala sesuat yang berkaitan dengannya.

      Foto berdua segala posisi, surat cinta beribu kata rayu, jepit rambut yang masih tersisa helainya, tiket nonton “Titanic” bersamanya, sapu tangan wangi parfume favoritenya, tissue berbekas gincu gocengan bukti ciuman pertamanya untukmu **hah, ciuman pertama hanya lewat tissue, malangnya nasibmu nak**, Jam tangan Guess pemberian darinya, baju Nautica yang kesempitan, jeans Zara belel ** tiga item terakhir mungkin ada pikiran ingin menghibahkan untukku??**, serta item-item bersejarah kalian berdua yang lain, yang jika memandangnya saja bisa otomatis merangsang urat disekitar mata untuk mengeluarkan cairan asam dan zat gizi layaknya sedang mengiris bawang. Singkirkan itu semua!!! Jangan dibakar, terlalu sinetron dan semakin memperparah dampak global warming. Siapkan saja kotak khusus untuk menyimpannya. Dan berjanjilah pada dirimu sendiri (ingat sekali lagi hanya dirimu) untuk tidak membukanya sebelum hatimu mampu berpaling darinya.

      Pada saatnya nanti kotak itu terbuka dan barang-barang itu menyeruak bersama senyuman dari bibirmu, teringat masa lalu yang hanya jadi sekedar cerita lucu, saat itulah dirimu sudah melupakannya.

      3. Don’t try too hard

        Semakin kuat melupakan dia, maka semakin susah untuk melupakan dia. Kenapa? Karena ada kata ganti orang ketiga tunggal “Dia” yang berwujud seorang yang pernah paling tampan/ cantik dan paling baik sedunia membentuk dipikiran yang dipaksakan itu. Let it flow. Biarkan dia terbang bersama hari-harimu, biarkan dia tenggelam di tawa canda mu bersama sahabat, biar dia tak berwujud di tengah kesibukanmu, biar dia terkubur lambat laun bersama jiwa yang tak ada lagi kata “Dia”.

        4. Find the other

          Di dunia ini wanita beranggapan jumlah laki-laki memang lebih sedikit dari pria, makin sedikit ditambah yang laki yang ragu-ragu dengan kelaki-lakiannya. Dan pria beranggapan wanita lebih banyak daripada laki-laki, minus nenek-nenek dan anak kecil tentunya. Buang sejenak teori jumlah gender itu. Dihadapanmu digelar pria dan wanita yang buatku sendiri pun sulit untuk menghitungnya. Pilihlah salah satunya untuk meringankan beban derita itu. Sibukkan diri dengan teman lain jenis itu, tapi ingat jangan jadikan pelampiasan, sangat tidak fair itu. Siapa tahu dialah Sang malaikat penyelamat cinta dari keterpurukan. Kalau memang tidak, yaaa itung-itung hiburan (ingat, ini untuk semua gender). **Dan aku cukup canggih di bagian ini J. Ingin tahu tips nya, tunggu artikelnya dilain waktu **

          5. Kalimat Mujarab

            “Dia bukan yang terbaik untukku, semua sudah ada jalannya, siapa tahu ada hikmahnya”

            Ini bisa jadi kalimat yang paling mujarab dan bisa jadi penghibur paling ampuh sedunia. Bukan hanya berguna di dunia percintaan, tapi juga di segala lini keterpurukan kehidupan. Bukti bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Sang Pengatur Jalan Kehidupan. Coba deh, saat kamu mulai teringat tentang dirinya, senandungkan kalimat ini di otakmu, perdalam makna tersirat didalamnya, dan percaya akan setiap katanya. Ini ilmu paling susah yang diajarkan Pak Haji di “Kiamat Sudah Dekat” untuk menantang calon menantunya: Ilmu Ikhlas.

            ***

            Bukan bermaksud menggurui, karena aku bukanlah seorang guru, apalagi menceramahi, karena aku bukan seorang Kiai. Tapi hanya ingin hidupmu tidak hanya stuck di satu tempat disebabkan seorang yang telah berhasil memporak porandakan hati dan pikiran yang terjaga baik oleh mu sendiri. Bayangkanlah, masih banyak senyum-senyum manis yang menunggumu didepan sana.

            Seperti aku sekarang yang sedang berusaha untuk melupakan rasa lapar tidak makan malam karena diet ketat-menyiksa-tidakberguna-berantakan ini sambil membayangkan senyumku sendiri memandang my-future-six pack.

             

             

             

            16 Responses to “Lupakanlah….”

            1. corina Says:

              Ilmu Ikhlas emang paling TOP dah :)

            2. Anak ABG Berponi Says:

              Jangan lupa bilang2 kalo udah six-pack.
              Di area pribadiku juga boleh *YM atau SMS*
              ;)

            3. shantiadewi Says:

              yaaah…raja.
              yang namanya manusia bisa berencana, tapi decision maker untuk hidup kita tetep Allah.lihatlah diriku ini lah…yang bisa dipetik banyak pelajaran dalam hidupnya…

              Insya Allah, Allah maha tau segalanya…mana yang menurut kita terbaik, mungkin belum terbaik menurut ALLah, dan Allah telah menyiapkannya untuk kita. just Believe it..cause it makes us stronger… :)

              salam buat mbak’nya yaa…
              siang mbak..saya mbakyu’nya raja :)

            4. Ellie Says:

              Jaa…
              nie yeee gw ninggalin komen…
              atas paksaan.com :P
              tulisan elu enak kok dibaca…
              intermezzo dari segala kepenatan seharian ngerjain pekerjaan yang ga jelas…lho….
              gw setubu banget sama poin no 3…
              dont try too hard…
              tp gimana ya caranya melupakan kalo sehari2 masih ada kontak entah lewat ym or else….
              kenapa gw jadi curhat
              hihihi

            5. di2K Says:

              Nice blog, Ja…

              Another perspective about how to ngelupain:
              http://di2k.wordpress.com/2007/12/12/sayap-yang-tak-akan-pernah-patah/

            6. fiena Says:

              raja….
              blog nya oke bgt….
              kyknya point2nya bakalan na jalanin deh…
              hehehe… n dah na catet abiesssss kata2 raja
              “Dia bukan yang terbaik untukku, semua sudah ada jalannya, siapa tahu ada hikmahnya”
              naaaaahhhhh.. doain aj smoga berhasil…
              cayooooooo… Semangaaaatttt…
              Suatu saat nanti…akan ada “malaikat” untuk na…
              hehhe.. amien.. amien.. amieeeennnn….

            7. Dimas Says:

              Raja, tulisanmu oke! ;) Dalem pun, huhu….
              Teruslah menulis my bro, keep the spirit! :)

            8. uyie Says:

              Raja….tulisannya “elu” banget ye………..
              Gw lagi bayangin loe nulisnya kapan yach….kok sempet yach…..he he he

            9. dhini-dounsky Says:

              hehehe…Mas RawLja nya curhat colongan…akyu terharuuu, =((

            10. Kalimat Mujarab… « meika hazim Says:

              [...] Recommend to read that: Lupakanlah by Rajasaadhi [...]

            11. meikahazim Says:

              Hehehe…ini dia neh yang pengen kubaca…
              Pas nulis lum baca ini… abis baca kumasukkan ke tulisanku juga deh…
              Dan akhirnya nyolong ramuan no 5 buat judul tulisankyu…
              **Ijin ya…** hehehe… makasih…

              http://meikahazim.wordpress.com/2008/01/28/kalimat-mujarab/

            12. anin Says:

              hehehe tiba2 kakak gw nun jauh di sana nanya rajasaadhi siapa ya? well..pernah denger namanya waktu di jogja, tapi gak kenal…anyway anyhow tulisannya OKE BUANGET!! Ditunggu next storynya! :P

            13. datie Says:

              anjeeeeeess…raja kereeeennnnnnnn…

            14. indri Says:

              yeeahh!! Kisah kasih tak sampai emang gak da matinye!! hehe…
              boleh ‘pamer’ postingan serupa tapi tak sama ya, Ja : http://bintangbiruku.blogspot.com/2008/03/obsesi-vs-cinta.html

            15. teep Says:

              hohoho, bijaksini bijaksitu ya :)
              tapi memang melupakan,untuk suatu rasa yang bittersweet (knapa jadi kaya wisata kuliner gini gw, abis ikan asin rasa coklat, pahit manislah, jgn2 abis ini ada sessi menulis resep kesukaan bersama2 lagee) itu perlu formula tersendiri..dan tiap orang treatmentnya pasti beda2 ya..

              jadi,lupakanlah apa yang tak perlu kita ingat :D

            16. NINA in SOS mode Says:

              what a COOL…. hehehehe ;P

            Leave a Reply