kardus Puzzle

..Like A Comet
Blazing ‘Cross The Evening Sky
Gone Too Soon

Mengalun lembut nada demi nada, berbaris rapi masing-masing di bagiannya, mengayun indah layaknya balerina, perlahan menyusuri sendi dan masuk bagian terdalam panca indra bagaikan angsa putih yang dengan anggun bermain di liuk nya telaga sampai ke ujung muara. Kata demi katanya siratkan satu yang terlewat. Mengungkap kembali perjalanan mimpi, kilaskan kembali harmoni keinginan terpendam yang telah lama ingin meyeruak.

…Like A Rainbow
Fading In The Twinkling Of An Eye
Gone Too Soon

Aku berjuang demi ini. Terlalu banyak kisah yang harus aku lewatkan dengan perasaan sesak tak berarti. Asesoris dunia, selalu saja binar nya sementara. Tapi aku ingin menikmati binar itu. Toh tak dilarang, apalagi berdosa. Tapi sekali lagi, pasrah ikuti jalan yang telah dipolakan, apalah aku, tak lebih besar dari debu yang bersujud di terompah-Nya, dan aku merasa lebih baik untuk meminta dan bersyukur tak disilaukan binar-binar itu, daripada mengeluh. Dan aku yakin pengungkapan rahasia pola-pola itu jauh lebih agung dibandingkan keluhan-keluhanku.

…Shiny And Sparkly
And Splendidly Bright
Here One Day
Gone One Night

Sebutkan keinginan-keinginan mu teman. Boleh aku sedikit menebak? Masuk di SD-SMP-SMA yang ternama, kalau bisa negeri, yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang berotak cerdas dengan NEM selangit, agar otomatis bisa mengantongi paspor memasuki perguruan tinggi negeri yang kondangnya cap jempol. Selesaikan sarjana strata satu dengan predikat magna cum laude untuk selanjutnya bisa menyelesaikan strata dua di luar negri. Yang setelah kembali ke tumpah darah mengabdikan ilmu untuk perusahaan bule dengan gaji bulanan tak terkira.

Atau keinginan yang lain, memiliki kekasih hati yang cantik atau ganteng, setia, pengertian, tidak pernah marah, tidak cemburuan, tidak pelit, melindungimu, membuatmu nyaman bila berada didekatnya, tahu apa yang kau inginkan, dan segudang sifat impian yang lain. Mungkin juga kriteria yang lain, (buat wanita) pria mapan, bermasa depan cerah, dan yang paling penting memberikan kepastian yang cepat tanpa harus menggantungmu menjadi perawan tua. (Buat pria) keibuan, mertua orang ternama, dan memegang teguh prinsip poligami adalah ibadah **ah, liciknya pikiran para pria ini**. Lalu melangsungkan pernikahan bak cinderlela dengan pangerannya lengkap dengan segala sesuatu yang bernuansa putih.

Boleh jadi impian mu berikutnya adalah masa remaja yang penuh dengan kebebasan tanpa harus kebanyakan aturan. Bisa melanggar jam malam sesuka hati, tertawa bersama teman berkeliling kota, tak perlu belajar tapi bisa mendapat nilai bagus, dan jadikan setiap hari adalah pelangi. Mendapatkan jatah mobil, dipegangi kredit card no limit, mendiami rumah luas dua tingkat dengan kolam renang dan lapangan tenisnya, mengulik beragam perangkat elektronik mulai dari handphone high end, laptop Mac-air, pemutar MP3 layar sentuh, LCD TV 42’ beserta home theatre nya.

…Like The Loss Of Sunlight
On A Cloudy Afternoon
Gone Too Soon

Mungkin dirimu memiliki berjuta keinginan lain versimu sendiri. Sekarang, sebutkan dalam hatimu, mana yang memihak pada kenyataan, mana yang berlari mengikuti ilusi impian. Mungkin ada yang menarik nafas lega karena hampir keinginannya disapu bersih oleh sang kenyataan. Ada pula yang mengangguk-angguk tanda sebagian keinginannya telah terwujud. Yang terakhir mungkin kedipan mata cukuplah untuk isyaratkan keinginannya telah lenyap tak berbekas.

Hidup layaknya puzzle, berserakan di satu area, menunggu bagian demi bagiannya untuk diatur kembali menjadi sebuah wujud yang sempurna. Semua sudah ada pada tempatnya, takkan bisa dipaksakan bila lekuknya tak sesuai, hanya akan tinggalkan cacat yang menggangu. Belum tentu bagian yang ingin kau pasang sesuai dengan pasangannya. Perlu kesabaran dan ketelitian untuknya. Apalagi kalau bagian puzzle itu bukan satu paket dengan yang ingin disusun, tiba-tiba gambar seekor gajah berbadan pemandangan seonggok gunung-lah yang terjadi.

…Like A Castle
Built Upon A Sandy Beach
Gone Too Soon

Mungkin jika SD-SMP-SMA di sekolah negeri yang ternama, tidak akan menemukan seorang sahabat yang tak henti ada saat menangis atau tertawa. Mungkin jika S1 di perguruan tinggi negeri ternama, tidak akan tahu lebih dahulu mengetahui teknologi terkini input SKS, mungkin kalau sekolah S2 di luar negeri, tidak akan menemukan kejadian yang menjadi titik mula keberhasilan masa depan.

Atau bisa juga sebaliknya.

…Like A Perfect Flower
That Is Just Beyond Your Reach
Gone Too Soon

Mungkin jika kekasih cantik atau ganteng banget, semakin lelah diri ini menjaganya dari lirikan para mata nakal. Mungkin jika kekasih tidak cemburuan, maka sekarang sudah menjadi hidung belang berpredikat penjahat kelamin. Mungkin kalau dia terlalu setia kita tidak tahu pelajaran “..cintailah 70% saja” **ngeles**. Mungkin kalau dia keibuan, kau menjadi kekanak-kanakan karena dia keibu-ibuan **halah!!**. Mungkin kalau dia memegang teguh prinsip poligami, tidur ini tidak akan pernah nyenyak, karena setiap sebelum tidur harus berdebat terlebih dahulu untuk menentukan akan tidur dengan istri yang mana malam ini.

Atau bisa juga sebaliknya.

…Born To Amuse, To Inspire, To Delight
Here One Day
Gone One Night

Kalau saja masa muda mu penuh dengan kebebasan tanpa jam malam, mungkin sekarang sudah terserang insomnia akut, sehingga matamu layaknya Chris Jhon sehabis bertanding. Mungkin kau akan menjadi seorang yang sombong dan angkuh serta tidak menghargai sebuah perjuangan jika masa muda mu penuh dengan fasilitas. Mungkin dengan mobil itu…… **speechless dibagian ini, dammit, dendam kesumat**

Atau bisa juga sebaliknya.

…Like A Sunset
Dying With The Rising Of The Moon
Gone Too Soon

Sangat-sangat baik bermimpi dan punya keinginan, tapi mempersiapkan diri untuk kehilangannya jauh lebih baik. Karena meskipun itu sudah didepan matamu, dia bisa saja lenyap dalam semalam atau bahkan lebih cepat lagi seketika bagai cahaya blitz sekedipan mata. Terlalu cepat atau terlalu lambat itu hanya soal waktu. Biarlah bagian puzzle itu melekat pada bagiannya, sehingga bisa membentuk satu gambar sesuai petunjuk di kardusnya.

Dan pernyataan “Mungkin kalau……………………., aku takkan bisa seperti sekarang”, akan terus membahana di akustik ruang pikiran, hati, dan jiwamu.

…Gone Too Soon…

Puzzle ku pun kini belum terbentuk dengan sempurna, masih banyak bagian yang berserakan, terlihat sedikit ada cacat di pinggiran salah satu bagiannya. Ahh, Ingin mengganti Puzzle ini dengan Lego rasanya.

**ambil remote, repeat song Michael Jackson – Gone too Soon**

8 Responses to “kardus Puzzle”

  1. sheLia Says:

    hwuuuaaa raja’…tega. pagi2 telponan, dikasih tau ada postingan baru, ternyata isinya bginian :( bikin diriku meranaaa…..puzzle’ku masih banyak yang belum beres ja’…..

    tapi kembali kuteringat, bukannya kita hidup didunia koma yaaa? dimana akan menajdi titik jika sudah waktunya nanti….

    so…maju terus pantang munduuuuurrrrr….:)

  2. mep Says:

    HHHH…makasih udah mengizinkan jadi orang pertama baca tulisan ini tadi malam (terpaksaaaaaa)
    “Bagus” itu comment gw buat cerita yang satu ini
    Gak perduli versi sang King of Pop atau Babyface yang benar ,penggalan kata yang berbeda di salah satu baitnya tetap menjadikan Gone to Soon menjadi esense romantis ditengah cerita realistis versus gokilistis (maaf gak mengikuti EYD, biar matching aja)
    dan hasilnya bukan Gajah berbadan pemandangan….:)

  3. Corina Says:

    “…terlihat sedikit ada cacat di pinggiran salah satu bagiannya…”

    cacat sedikit tak apa-lah.. (semoga) akhirnya pas lekuknya, dan puzzle pun sempurna :)

    semangat tho ndul! hehehe…

    **baju ijo diminyakin.. tetep ijo kinclong jg kaan** :P

  4. santizaidan Says:

    kalo kita ganti puzzle dengan lego, kita ga akan tau gimana memperjuangkan susunannya agar tetep tersusun rapi.. puzzle ga sekokoh lego anw..

    buat mbak lia, mending hidup di dunia koma dari pada di dunia komar.. istrinya 4 katanya.. hehehe..

    titik juga belum tentu titik, karena toh masi ada chapter baru.. sama juga, tamat belum tentu tamat, karena nati akan ada sequel nya, tersanjung ampe 6. Si doel anak sekolahan ampe si doel udah bau tanah, cinta fitrrrriiii.. eeerr yang ini aku ga ngerti….

    hidup juga gt lah, ada yang nulis ada yang ngatur.. sutradara & penulis alam semesta.. hahhaa abis makan apa aku.. *dwwooohhh

  5. rajasaadhi Says:

    Santi: Aaarrrgghh… ini nie yang mencing perumpian di blog orang…..

    Aku bahagia kau semakin dewasa nak… teruskan… nanti uang kost nya om naikkan….

    LIa: Makanya beli puzzle nya yang bagiannya 20-an aja daripada yang ribuan non, kebanyakan.. :) )

    Melp: Bagus, sudah bisa memuji dengan baik dan benar… ga ada yang muksa juga nyeet,,,

    Corina: sini sayang, deket deket… hihihihi :) )
    **yang lain ga boleh nampar, cari yang bisa dideketin sendiri**

  6. santizaidan Says:

    ja.. balesnya disini aja ya..
    kalo barang yang kira2 ga bisa aku pake sendiri kalo ga laku, harus dibeli berdasarkan pesenan.. so u send me email, let me know the shoes pic.. akan aku bandingkan harganya dengan di Indo.. soalnya kan ga bole dipotoin langsung ja.. ngarti?

    hehe blog mu jadi ajang jualan juga untukku hahaa…

  7. rajasaadhi Says:

    Hihihihi… berjualan puzzle aja kita gimana bu??

  8. Blackcaviar Says:

    Amazingly illustrate where I were
    Didn’t know how it can be described so beautifully & precise in writing :)

Leave a Reply